KEJAYAAN HANYA AKAN TERCAPAI DENGAN BERPIKIR MELANGKAHI SEMUA PEMIKIRAN YANG ADA
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Sabtu, 23 Oktober 2010

Janda Dari Seorang Muallaf Korea Butuh Bantuan Pengobatan dan Pendidikan Anak Yatim




Elly Mariati, mendapat ujian berat dari Allah SWT. Ketika sedang dirundung penyakit kronis yang butuh biaya besar, ia ditinggal mati oleh suaminya, Muhammad Ismail Shaleh (Chang You Young), seorang muallaf berkebangsaan Korea. Terbaring di rumah sakit, ia tak bisa berbuat apa-apa untuk mencari biaya pengobatan dan pendidikan dua orang anaknya yang kini berstatus yatim. Uluran tangan dermawan dan kaum muslimin sangat dibutuhkan.

KANKER usus yang Elly Mariati, 44 tahun derita datangnya tiba-tiba, awalnya ia tidak bisa buang air besar selama delapan hari. Pada saat diperiksa di rumah sakit, dokter mengambil tindakan cepat setelah melakukan berbagai upaya agar Elly bisa BAB (buang air besar), tapi tetap saja tidak bisa BAB. Maka operasi pun dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya.

Setelah operasi dilakukan, ternyata Elly menderita kanker stadium 4 yang tumbuh di dalam usus besar. Maka sebagai alternatif Elly harus BAB lewat perut yang dilubangi dan pakai kantong. Dua bulan kemudian dokter yang menangani menyatakan kanker sudah menyebar ke hati sesuai hasil laboratorium. Akhirnya dilakukan operasi yang kedua, usus dipotong dan bagian kanker yang ada di hati pun dipotong. Walaupun baru dua kali operasi, tapi sudah cukup membuat suami Elly kelabakan soal biayanya. Setelah kejadian itu, Elly mulai lemah. Betul-betul lemah lahir dan batin. Ia sudah tidak bisa sepenuhnya mengurus suami dan 2 orang anaknya yang masih belasan tahun. Elly dan suami serta anak-anaknya terpaksa hidup pas-pasan.

Penderitaan Elly Mariati bertambah lengkap, ketika suaminya yang amat ia cintai yang selalu diharapkan saat ia menderita sakit selalu mendampingi dan membiayainya bernama Muhammad Ismail Shaleh (Chang You Young), seorang muallaf berkebangsaan Korea, yang meninggal dunia kena serangan jantung. Beban yang ia pikul teramat berat, ia harus memikirkan kedua anaknya, Muhammad Fikri (17 tahun) dan Dinda Syifa (15 tahun) yang masih sekolah butuh biaya. Dirinya pun butuh biaya untuk berobat. Kontrakan rumahnya sudah habis dan harus segera ia bayar, tapi karena ia tidak punya uang terpaksa ia keluar dan numpang di rumah saudaranya. Padahal saudara kandungnya itu juga bukan seorang yang kaya, melainkan keluarga ekonomi pas-pasan.
....Penderitaan Elly Mariati bertambah lengkap, ketika suaminya yang selalu mendampingi, Muhammad Ismail Shaleh (Chang You Young), seorang muallaf berkebangsaan Korea, yang meninggal dunia kena serangan jantung. Beban yang ia pikul teramat berat, ia harus memikirkan kedua anaknya....
Kini Elly Mariati benar-benar tidak berdaya apa-apa, penyakit kanker yang ganas itu semakin hari semakin menyebar ke organ tubuhnya yang lain. Ia hanya bisa tergeletak dan berdoa di rumah sakit Dharmais yang hanya ditemani oleh ibu kandungnya yang sudah rentah berumur 73 tahun. Ia sudah tidak punya apa-apalagi, tidak punya biaya, ia hanya mengharap uluran tangan orang-orang yang berhati mulia yang mau menyisihkan hartanya.

Tapi memang penyakit yang diderita Elly adalah penyakit mahal, ia masih punya hutang di rumah sakit Dharmais lebih dari 10 juta itu pun sudah pakai SKTM. Selanjutnya, selesai operasi yang ketiga ini Elly harus menjalani chemotherapy yang pertama, lagi-lagi membutuhkan biaya yang pasti tidak sedikit, sekali lagi puji syukur kepada Allah, rumah sakit Dharmais mengijinkan ia menjalani rawat inap dan chemotherapywalaupun Elly masih punya hutang. Semoga seluruh pimpinan dan staf rumah sakit Dharmais mendapat lindungan dan berkah dari Allah.

Penderitaan Elly Mariati bertambah lengkap, ketika suaminya yang amat ia cintai yang selalu diharapkan saat ia menderita sakit selalu mendampingi dan membiayainya bernama Muhammad Ismail Shaleh (Chang You Young), seorang muallaf berkebangsaan Korea, yang meninggal dunia kena serangan jantung. Beban yang ia pikul teramat berat, ia harus memikirkan kedua anaknya, Muhammad Fikri (17 tahun) dan Dinda Syifa (15 tahun) yang masih sekolah butuh biaya. Dirinya pun butuh biaya untuk berobat. Kontrakan rumahnya sudah habis dan harus segera ia bayar, tapi karena ia tidak punya uang terpaksa ia keluar dan numpang di rumah saudaranya. Padahal saudara kandungnya itu juga bukan seorang yang kaya, melainkan keluarga ekonomi pas-pasan.
....Penderitaan Elly Mariati bertambah lengkap, ketika suaminya yang selalu mendampingi, Muhammad Ismail Shaleh (Chang You Young), seorang muallaf berkebangsaan Korea, yang meninggal dunia kena serangan jantung. Beban yang ia pikul teramat berat, ia harus memikirkan kedua anaknya....
Kini Elly Mariati benar-benar tidak berdaya apa-apa, penyakit kanker yang ganas itu semakin hari semakin menyebar ke organ tubuhnya yang lain. Ia hanya bisa tergeletak dan berdoa di rumah sakit Dharmais yang hanya ditemani oleh ibu kandungnya yang sudah rentah berumur 73 tahun. Ia sudah tidak punya apa-apalagi, tidak punya biaya, ia hanya mengharap uluran tangan orang-orang yang berhati mulia yang mau menyisihkan hartanya.

Tapi memang penyakit yang diderita Elly adalah penyakit mahal, ia masih punya hutang di rumah sakit Dharmais lebih dari 10 juta itu pun sudah pakai SKTM. Selanjutnya, selesai operasi yang ketiga ini Elly harus menjalani chemotherapy yang pertama, lagi-lagi membutuhkan biaya yang pasti tidak sedikit, sekali lagi puji syukur kepada Allah, rumah sakit Dharmais mengijinkan ia menjalani rawat inap dan chemotherapywalaupun Elly masih punya hutang. Semoga seluruh pimpinan dan staf rumah sakit Dharmais mendapat lindungan dan berkah dari Allah.

(Evy, kakaknya Elly Mariati)
Catatan 
1. Redaksi kami memastikan bahwa berita ini asli dari voa-islam.com yang sudah sudah memastikan keshahihan berita tersebut kepada pihak yang bersangkutan.
2. Pembaca yang berkenan membantu dan memerlukan informasi lebih lanjut bisa menghubungi redaksi voa-islam.com (0817.702050) atau kepada keluarganya ke nomor HP: 087877197699 & 08174858234.

Berita Terkait Klik di sini

0 komentar:

Posting Komentar